Oprah Winfrey – Wanita Luar Biasa!

­­­­­­­­­Nama : Ahmad Zaky N.

NRP: G74100075

Laskar 20

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini. TAHUKAH ANDA? Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luar biasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya. Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan. Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik. Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!
Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi. Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap. Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aku dan Harapan


­­­­­­­­­Nama : Ahmad Zaky N.

NRP: G74100075

Laskar 20

Aku adalah seorang rakyat jelata. Aku adalah seseorang anak yang tak mempunyai harapan, jangankan untuk masa depan untuk hari esokpun aku tak tahu harus bagaimana. Aku ya aku, hanyalah seseorang yang mengikuti udara yang terhempas. Sekolah, aku memang sekolah. Walaupun hal itu adalah kehendak orang tua atau lebih tepatnya paksaan dari orang tua. Sejujurnya aku tidak ingin sekolah apalagi berkuliah toh banyak orang yang sukses tanpa sekolah atau kuliah. Tetangga ku pun tidak lulus SD, dia hanya penjual baso tapi kini hidupnya kaya raya dan bahagia. Tapi hal yang paling membuat aku tidak ingin bersekolah apalagi berkuliah adalah aku tidak ingin memberatkan orang tuaku karena aku dapat melihat dengan sangat jelas bagaimana ayahku bekerja keras. Ya ayahku bekerja keras karena ibuku adalah seseorang ibu rumah tangga sesuai fitrahnya, dan itulah yang membuat aku tetap ada di dunia ini karena adanya seorang ibu yang selalu menanyakan keadaan diriku setiap ku pulang. Ibukulah  yang selalu memberi semangat untuk menjalani kehidupan ini, memang pahit tapi kita harus menjalaninya dan jika kita nasib baik rubahlah menjadi manis. Sehingga aku hingga tidak habis pikir bagaimana keadaan anak-anak yang tinggal ibunya bekerja. Tapi inilah dunia, dimana keadaan masing-masing orang adalah berbeda tetapi mereka semua masih bisa hidup walaupun dengan sedikit dipaksakan. Tapi tidak untuk aku, aku merasa seperti tidak ada semangat dan mengalami kejenuhan dalam hidup ini. Sehingga aku adalah anak yang lebih senang mengikuti aliran udara yang terhempas. Apa yang aku lakukan adalah berdasarkan apa aku inginkan dan mungkin sedikit dari keinginan orang tuaku. Mungkin hal ini disebabkan oleh kesederhanaan yang diajarkan orang tuaku atau lebih tepatnya kemampuan orang tuaku yang agak kurang dalam membiayai hidupku. Mungkin kami adalah keluarga yang sederhana sangat sederhana. Tapi aku tidak pernah ambil pusing karena aku selalu mempunyai jaln hidupku sendiri. Ketika bersekolah orang lain selalu menghamburkan uangnya di antara pedagang-pedagang di sekolah aku tidak peduli, aku lebih baik diam dan memperhatikan orang-orang kaya itu menghabiskan uangnya. Walaupun ada rasanya membeli tapi aku tidak pikirkan dan yang terpenting aku tidak akan memintanya, walaupun tak memiliki apa-apa aku bukanlah pengemis. Aku lebih baik kelaparan daripada harus meminta-minta. Mungkin harga diri sebagai seorang yang tak memiliki apapun sangat deras mengalir dalam hidupku. Tapi itulah diriku, aku akan berusaha mendapatkan apapun yang aku inginkan dengan usahaku. Itu mungkin yang membuatku hidup tanpa tentu seperti ini. Suatu ketika aku pun sudah beranjak ke kelas 3 SMA. Ketika orang-orang sibuk memikirkan ingin masuk perguruan tinggi mana yang akan di masuki aku sama sekali tak ada gambaran akan memasuki perguruan tinggi yang mana. Yang aku pikirkan hanya ingin lepas dari kekangan orang tuaku dan hidup mandiri. Ya hidup mandiri, karena kebetulan ketika itu temanku pun menawari pekerjaan yang gajinya bahkan lebih tinggi dari gaji orang tuaku. Akan tetapi orang tuaku tidak mengijinkannya, mereka sangat marah. Mereka menyuruhku tetap kuliah apapun yang terjadi. Jujur sejak saat itu diriku makin tidak memiliki hasrat untuk enjutkan ke perguruan tinggi dan ingin raasanya tidak mematuhi perintah orang tuaku. Suatu ketika aku berjalan menyusuri jalan, aku melihat ada seorang kakek yang menjadi pengemis padahal menurut pikirku harusnya orang tua seperti sudah selyaknya beristirahat di rumah. Mengemis di jalanan sangatlah berbahaya apalagi unutk seorang kakek yang sudah tua renta. Tiba-tiba sebuah motor menyerempet kaki si kakek sehingga ia tersungkur di trotoar jalan. Tapi tidak ada satu orangpun yang menolong mungkin tidak melihat atau pura-pura tidak melihat. Aku pun rasanya ingin meninggalkan si kakek tapi hatiku ini ini tersentak untuk menolong si kakek. Ketika aku mendekati dan hendak menolongnya tiba-tiba dia berkata,”Maaf kakek bisa bangun sendiri, lalu dia kembali ke jalanan untuk kembali mengemis dan meminta-minta”. Aku tidak habis berfikir mengapa si kakek begitu gigih untuk mengemis dan meminta-minta di jalanan. Ketika si kakek sedang beristirahat aku menanyakan mengapa si kakek dapat melakukan hal yang demikian. Mungkin karena masalah perut atau hal lainnya yang membuat si kakek melakukan hal yang seprti itu. Tapi ketika ku tanyakan kepada si kakek teryata ia ingin membahagiakan cucunya. Dia ingin membahagiakan cucunya degan uangnya sendiri. Dia ingin membuat kejutan untuk cucunya tersebut. Jujur aku hanya terdiam mendengar perkataan si kakek, demi membahagiakan cucunya dia melakukan hal seperti itu. Beliau mengatakan sangatlah senang bila melihat cucunya senang. Walaupun cucunya tersebut masih memiliki orang tua tapi pastilah berbeda hadiah yang di berikan oleh kakeknya di banding dengan orang tuanya. Mendengar cerita tersebut aku teringet dengan ayahku mungkin ia juga melakukanhal yang sama untuk diriku. Mulai saat itu mataku terbuka walaupun aku tidak menyenanginya mungkin aku berkuliah bukan untuk diriku tapi untuk orang tuaku. Aku adalah seseorang anak yang tak mempunyai harapan, tapi aku adalah harapan orang tuaku. Mungkin aku tahu untuk hari esok harus bagaimana. Haruslah membahagiakan mereka itulah tujuan hidupku selebihnya biarlah aku mengikuti udara yang terhempas.

Posted in Uncategorized | Leave a comment